Laporan Paspor

Daftar negara paling ramah 2026

Bagaimana Kami Menyusun Peringkat?

Halaman ini memberi peringkat negara tujuan berdasarkan skor keramahan: akses bebas visa ditambah visa saat kedatangan dan eTA (Otorisasi Perjalanan Elektronik) yang diberikan kepada paspor asing. Jika seri, yang lebih banyak akses bebas visa didahulukan, lalu eTA yang lebih banyak; negara dengan skor keramahan, jumlah bebas visa, dan jumlah eTA yang sama berbagi peringkat yang sama.

22
Jumlah negara pada peringkat ini: 2
65
Jumlah negara pada peringkat ini: 3
81
Jumlah negara pada peringkat ini: 3
82
Jumlah negara pada peringkat ini: 4
86
Jumlah negara pada peringkat ini: 2
92
Jumlah negara pada peringkat ini: 2
93UEA
96
Jumlah negara pada peringkat ini: 2
101
Jumlah negara pada peringkat ini: 3
103Oman
104UK
128AS
130Mali
134Chad
142Irak
149
Jumlah negara pada peringkat ini: 3

Informasi tentang Negara paling ramah

Sebuah negara disebut ramah ketika sebagian besar pemegang paspor asing dapat memasukinya tanpa harus mengurus visa konvensional terlebih dahulu. Kemudahan ini biasanya tercermin dari kebijakan bebas visa, visa saat kedatangan, atau otorisasi perjalanan elektronik yang diterapkan. Semakin banyak kewarganegaraan yang menikmati akses semacam itu, semakin tinggi pula tingkat keterbukaan negara tersebut terhadap pengunjung internasional. Konsep ini menjadi tolok ukur bagi pelancong yang ingin bepergian tanpa hambatan birokrasi yang rumit.

Tingkat penyambutan suatu negara tidak selalu berkaitan dengan luas wilayah atau kekuatan ekonominya, melainkan lebih pada pilihan kebijakan imigrasi yang diadopsi. Beberapa negara memilih untuk membuka pintu selebar-lebarnya guna mendorong pariwisata dan hubungan internasional. Sementara itu, negara lain menerapkan kontrol yang lebih ketat dengan mewajibkan visa bagi sebagian besar pengunjung asing. Perbedaan pendekatan ini menciptakan spektrum keramahan yang luas dari satu negara ke negara lain.

Peringkat negara paling ramah membantu pelancong mengidentifikasi destinasi yang paling mudah diakses tanpa prosedur visa yang berbelit. Informasi ini juga berguna bagi pembuat kebijakan yang ingin membandingkan posisi negara mereka dalam hal keterbukaan perbatasan. Meskipun demikian, kemudahan masuk bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan pengalaman perjalanan secara keseluruhan. Faktor seperti budaya, keamanan, dan infrastruktur juga turut memengaruhi daya tarik sebuah negara bagi wisatawan mancanegara.