Daftar negara paling ramah 2026

Bagaimana Kami Menyusun Peringkat?

Peringkat Negara Paling Ramah terhadap Pengunjung mengukur berapa banyak pemegang paspor asing yang dapat memasuki suatu negara tanpa visa, dengan visa saat kedatangan, atau dengan izin perjalanan elektronik. Negara yang memudahkan masuk bagi lebih banyak pemegang paspor menempati peringkat lebih tinggi. Peringkat paspor global dihitung secara terpisah berdasarkan model yang dijelaskan di bawah.Metodologi peringkat global: Model pemeringkatan passportreports.com mengurutkan paspor berdasarkan skor mobilitas. Skor mobilitas menunjukkan jumlah keseluruhan negara yang dapat dimasuki tanpa visa, dengan visa saat kedatangan, atau dengan izin perjalanan elektronik. Jika skor mobilitas sama, jumlah negara yang dapat dimasuki tanpa visa menjadi pertimbangan pertama. Jika jumlahnya juga sama, jumlah negara yang dapat dimasuki dengan izin perjalanan elektronik akan dibandingkan. Jika masih tetap sama, jumlah negara yang dapat dimasuki dengan visa saat kedatangan akan diperhitungkan. Jika semua nilainya sama, negara-negara tersebut menempati peringkat yang sama. Lihat algoritme yang digunakan dalam metodologi kami.

15
Jumlah negara pada peringkat ini: 2
21
Jumlah negara pada peringkat ini: 2
63
Jumlah negara pada peringkat ini: 3
79
Jumlah negara pada peringkat ini: 3
80
Jumlah negara pada peringkat ini: 4
83
Jumlah negara pada peringkat ini: 2
90
Jumlah negara pada peringkat ini: 2
91UEA
94
Jumlah negara pada peringkat ini: 2
100
Jumlah negara pada peringkat ini: 2
102Oman
103UK
127AS
129Iran
130Mali
134Chad
142Irak
149
Jumlah negara pada peringkat ini: 3

Informasi tentang Negara paling ramah

Sebuah negara disebut ramah ketika sebagian besar pemegang paspor asing dapat memasukinya tanpa harus mengurus visa konvensional terlebih dahulu. Kemudahan ini biasanya tercermin dari kebijakan bebas visa, visa saat kedatangan, atau otorisasi perjalanan elektronik yang diterapkan. Semakin banyak kewarganegaraan yang menikmati akses semacam itu, semakin tinggi pula tingkat keterbukaan negara tersebut terhadap pengunjung internasional. Konsep ini menjadi tolok ukur bagi pelancong yang ingin bepergian tanpa hambatan birokrasi yang rumit.

Tingkat penyambutan suatu negara tidak selalu berkaitan dengan luas wilayah atau kekuatan ekonominya, melainkan lebih pada pilihan kebijakan imigrasi yang diadopsi. Beberapa negara memilih untuk membuka pintu selebar-lebarnya guna mendorong pariwisata dan hubungan internasional. Sementara itu, negara lain menerapkan kontrol yang lebih ketat dengan mewajibkan visa bagi sebagian besar pengunjung asing. Perbedaan pendekatan ini menciptakan spektrum keramahan yang luas dari satu negara ke negara lain.

Peringkat negara paling ramah membantu pelancong mengidentifikasi destinasi yang paling mudah diakses tanpa prosedur visa yang berbelit. Informasi ini juga berguna bagi pembuat kebijakan yang ingin membandingkan posisi negara mereka dalam hal keterbukaan perbatasan. Meskipun demikian, kemudahan masuk bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan pengalaman perjalanan secara keseluruhan. Faktor seperti budaya, keamanan, dan infrastruktur juga turut memengaruhi daya tarik sebuah negara bagi wisatawan mancanegara.